Hidup ini memang tidak mudah, sejak kita berakal dan sudah baligh kita dituntut unutk memilih jalan kehidupan kita. Beruntunglah mereka yang punya orang tua dan membimbing jalan mana yang seharusnya dia tempuh.
Bersyukurlah anak-anakku, kau saat ini, saat kutulis entri blog ini (malam jum'at tgl 11 Agustus 2016) kau masih memiliki Orang tua, Ada Buya juga ada Umik, yang kadang kau anggap marah, egois dan seterusnya terhadap dirimu yang telah berbuat sesuatu, ya, karna kau telah berulah berbuat sesuatu yang kau tak tahu itu adalah salah dan kau membenarkan adanya.
Ingatlah nak, tidak ada orang tua yang menjerumuskan anak-anaknya ke jurang yang memnganga didepan jalan hidupnya, orang tuamu sudah banyak merasakan pahit getir kehidupan ini, jam terbangnya jauh melebihi yang kau punya. Sungguh tak tega bilamana orang tuamu mengetahui kau jatuh kejurang yang sudah diperingatkan keberadaanya.
Berpikirlah sebelum melangkah, masih ingat kan? Buya pernah bilang "Pake otak" karna yang membedakan kau dan anjing atau kucing adalah otaknya dan semestinya otak manusia dipakai untuk berpikir.
Setiap saat, setiap waktu setiap detik, setiap tarikan nafas yang jarang kita rasakan dan kita nikmati adanya kita di tuntut untuk memilih benar atau salah bahkan saat kau baca tulisan ini, antara membacanya atau tidak, menelaahnya atau mencampakkannya, memperhatikannya atau mengacuhkannya, semuanya akan berakibat kepadamu, mana yang benar dan mana yang salah diantara pilihan yang ada itu ada ditanganmu dalam keputusanmu, yang akan kau rasakan benar dan salahnya setelah masa berlalu. Blankon (peci orang Jawa) itu bendole nek mburi (Bendolnya ada di belakang) pertanda tidak ada sesal itu di depan, sesal itu ya adanya dibelakangan di kemudian hari setelah semua terjadi. Kalau bendolnya di depan itu namanya pencu.
(ngantuk rehat dulu, disambung nanti, nantiiiii................)
