Selasa, 02 Desember 2014

PERMOHONAN BUYA PADA ANAK-ANAKNYA,



PERMOHONAN BUYA PADA
ANAK-ANAKNYA,
Salam Sejahtera buat kalian semua.
Usia Buya semakin senja, Buya seharusnya mempersiapkan diri untuk masa yang akan datang. Buya seharusnya tahu diri, kalian yang masih kecil belum cukup dewasa untuk bisa mengerti persoalan dan lika-liku hidup ini. 
Kalian adalah harapan Buya, manakala buya sudah tidak ada di dunia ini, manakala kepinginan buya ada yang belum terealisasi. Kalian adalah penghantar do’a yang menentramkan dikala Buya tidur panjang nanti, kalian adalah harapan untuk meneruskan perjuangan Buya yang belum terealisasi.
Wahai anak-anakku, kelahiran kalian adalah do’a Buya dan Umik kepada Ilahi, agar kiranya diberi dari sisinya keturunan yang Soleh Soleha, bisa menjadi kebanggan kedua orang tuanya karna pretasi baik yang dicapainya.
Seharusnya kalian saat ini tidak terusik oleh permasalahan ekonomi keluarga, sehingga cita-cita dan harapan kalian tidak terganggu olehnya, Kalian wahai anak-anakku yang saat ini masih belajar menuntut ilmu di bangku sekolah hendaklah belajar yang tekun belajar yang rajin raih dan gapai cita-cita luhur kalian bermimpilah ssat ini dan wujudkan mimpi itu saatnya nanti do’a Buya Umik mengiringi harapan dan cita-cita kalian.
Tidak semua keluarga diberi kesempatan Ekonomi berlebih oleh tuhannya, termasuk Buya yang kalian tahu Ekonominya masih pas-pasan dan Buya tidak berhenti untuk berusaha mendapatkan kecukupan bahkan lebih dari cukup untuk Ekonomi keluarganya.
Maka dari itu berhematlah, jangan boros  apalagi berlebih-lebihan dalam  penggunaan materi tapi jangan pula medit irit apalagi pelit kepada orang tua yang telah membesarkanmu dari yang papa, kalian dirawat dari semenjak  dalam Rahim Bunda yang betapa menderitanya mengandung kalian, tidur tidak leluasa  sakit tidak terkira saat melahirkan,Buyapun pernah ngidam , rasanya tidak wajar saja jadi manusia.
Tanpa pakaian yang melilit dibadan kalian, dilahirkan meronta menangis meminta tanpa kata, ketahuilah bahwa Orang tua kalianlah yang ngertiin kemauan kalian, bilamana nanti kalian jadi orang tua baru akan merasakan itu semua. Renungkan
Maka dengarkan petuah Orang tua Gunakanlah sebaik  mungkin pemberian dari tuhan  misalnya harta benda, Buya pernah ajarkan dari pemberian yang Buya kasihkan kepada kalian sebagian hendaklah di tabung sebagian lagi pergunakan untuk keperluan yang sangat perlu dan sebagian lagi rupakanlah benda ang bermanfaat bagi dirimu. Misalkan kalian yang masih sekolah apabila uang saku sekolah kalian sejumlah liima rubu rupiah maka sepertiganya yang seribu lima ratus masukkan kedalam tabungan, buatlah akun tabungan untuk dirimu sendiri entah apa itu bentuknya, bikin celengan kah, buka tabungan sekolah kah atau buka rekening di bank bilamana perlu. Yang sepertiga lainyya, sejumlah seribu lima ratus kumpulkan untuk membeli benda atau peralatan sekolah yang dirasa perlu, banyak peralatan sekolah yang membutuhkan uang mulai dari alat tulis menulis, pakaian seragam sekolah, apalagi sekarang haruslah bawa laptop segala jadinya ya harus beli, sory minjam begitulah jamannya, lha apatah  cukup duit segitu buat beli laptop gaming kesukaan bocah-bocah ?, dan setrusnya – dan seterusnya, maka bantuan do’a kalianlah yang diharapkan oleh orang tua dan pengertian kalian kepada orang tua kalian yang diinginkannya, mudah-mudahan berkat do’a dan budi pekerti kalian tuhan berikan limpahan rizkinya sehingga bisa membantu kalian mewujudkan apa yang kalian idam-idamkan, jangan pernah memaksakan kehendak kalian, oran tua kalian tentulah sudah berusaha dan berupaya bersikaplah menjadi anak yang tauladan berbudi dan mengerti dan kalian harus sadar bilamana nati terwujud apa yang kalian dambakan pelihara rawat dan pergunakan sebaik-baiknya pemberian darinya. Dan sepertiga yang terakhir sejumlah seribu lima ratus buat akmodasi jajan kalian selama di sekolah. Cukup ?, kalo masih kurang bawa bekal dari rumah bawa nasi secukunya untuk perut kamu dan uang itu belikan untuk beli lauk, bawa minuman dalam botol dari rumah penuhi perutmu dengan air mineral agar tidak keroncongan, caranya ?, ya belajar ntar kalo udah terbiasa jadi biasa saja, coba saja. Belajar mental seperti itu jarang diajarkan disekolahmu bahkan mungkin tidak ada sama sekali walaupun biaya sekolahmu luar biasa sekali tapi sadarlah itu semua adalah puasa kalian dan suatu saat nanti akan ketemu hari rayanya, semua itu ada masanya bila kita terbiasa dengan hal-hal seperti itu maka bersiaplah untuk menjadi orang yang luar biasa  Dan masih ada sisa sebesar lima ratus rupiah buatlah Sodaqoh infaq amal jariyahmu berikan kepada mereka yang membutuhkan bisa kau masukkan di kotak amal untuk SPP anak yatim faqir miskin, walau kau sendiri misih tergolong miskin itu berarti kau lebih kaya dari merka yang kaya harta tapi tidak bersodaqoh amal jariyah.
bersambung

MISI HIDUP, TARGET YANG HARUS DICAPAI SEBELUM AJAL



MISI HIDUP,
TARGET YANG HARUS DICAPAI SEBELUM  AJAL
Masih Eling to wejangan Buya kepada kalian, apa maksud tuhan melahirkan kita di dunia ini ?, Ya kita di suruh untuk mencarinya sehingga kita mengenalnya dan menjumpainya nanti,nanti manakala di alam yang berbeda sama sekali dari alam dunia fana ini. Semakin sempurna kita mngenalnya semangkin  Syahdu bila saatnya nanti kita berjumpa dengannya
Dia Maha Ghaib, tak kasat mata karna dia bukanlah benda tapi bagi beliau yang dekat denganya dan telah megenalnya dia tampak jelas dalam penglihatannya karna dia adalah penciptanya, pencipta setiap benda atau materi yang dilihat manusia. Dia adalah Kholiq atas Mahluq. Kita adalah mahluqnya, rumah, mobil, uang dan harta benda lainya yang kita puja itu semua adalah mahluqnya .
Semestinya kita lepas kaca mata duniawi kita agar kita tak terpolarisasi /terbias oleh gemerlap dunia, sehingga kita bisa melihatnya dalam setiap benda ciptaannya.
Mata hati adalah mata batin kita yang diciptakannya untuk kita agar kita bisa mengenalnya, melihatnya . Jangan pernah mata batin kita terkalahkan oleh mata dhohir kita karna mata batin kita tak akan pernah rusak sampai mati, tidak seperti mata dhohir kita yang bisa rusak oleh usia, yang bisa dipakein kaca mata, mata hati kita tak bisa dipakein kaca mata karna ia bersifat batin yang bisa berarti ghaib. Mata batin kita yang nanti menuntun kita di alam sana
Wahai anak-anakku sekalian, tahukah kamu kenapa tuhan memerintahkan kita Sholat ?.
Semestinya kita memulai hidup dalam setiap hari adalah saat fajar, itulah kelahiran kita di hari itu,bila tidak bisa bangun/lahir/hidup kala Fajar bolehlah saat fajar Sodiq.
 Fajar kira-kira sejam sebelum waktu Subuh/fajar Sodiq (mohon koreksi, red). Fajar adalah waktu kita qiyamullail dan fajar adalah saat kita melaksanakan sholat Subuh.
Janganlah kita Lahir/bangun lebih dulu dari Matahari, maka “Aku Mohonkan kepadamu ya Rabb, penghulu alam ini pemegang kekuasaan tertinggi atas ciptaannya yang menguasai jiwaku dan keturunanku agar kiranya membangunkan, melahirkan, menghidupkan aku dan keturunanku disaat  fajar, saat Rahmatmu engkau gelar di setiap harinya ya Rabb perkenankan do’aku’.
Sholat merupakan media terbaik untuk mengenal tuhan, berkomunikasi ; berbicara, merajuk, mengadu, meratap,merindu. Bila engkau belum bisa mengenalnya, melihatnya, engkau harus yakin harus belajar agar yakin bahwa tuhanmu melihatmu dan tuhanmu pasti mengenalmu, dalam keadaan apa kamu saat itu. Maka jangan engjau lalai dalam Sholatmu. Perbaiki Niatmu, sempurnakanlah Wudlumu.



JAGA BICARAMU



JAGA BICARAMU


Bagai lidah tak bertulang
Asal nyeplos, asal nerocos, angger meltek gusine. Ungkapan seperti itu ditujukan kepada mereka yang tak berpikir  sebelum berbicara, tidak menata tutur kata, kepada siapa engkau bicara bahkan tuhanpun menyarankan untuk menata tata bicara sebelum meminta atau berdo’a kepadanya selain sikap atau tata karma.
Kepada Orang tua, Buya ataupun Umik, yang sering engkau bersua dengannya dari pada yang lain bedakanlah cara bicaramu mohon jangan bicara seperti kepada konco-kancamu di warung atau tempat jagonganmu yang lain, beliau adalah pusaka bagimu yang memperdulikanmu saat yang lain acuh, beliau yang membesarkanmu sehingga seperti sekarang ini bukan kenalanmu atau gendakanmu. Tega nian bila engkau membuat luka hatinya karna perkataanmu. Sakitnya mendengar perkataan yang tak enak bagai disayat sembilu walau itu hanya ucapan, perkataan apalagi disertai gaya bicara urakan, berbaliklah berbicara pada diri sendiri, bilakah dirimu diperlakukan seperti itu oleh orang lain.
Terlebih bila nanti engkau sudah jarang bertemu karna jarak atau keadaan yang memisahkan. Walaupun tanpa hadiah atau pemberian materi serasa cukup bila engkau memberi kabar bahagia kepadanya dengan tutur kata dan bahasa yang enak didengar olehnya  bahkan bila engkau belum bisa memberi apa-apa tanyakanlah kabar darinya, ”Bagaimana kabar Buya, kabar Umik, adik, emak?”. Walau engkau lama tak menjumpainya ketahuilah bahwa beliau akan senantiasa menjumpaimu dalam setiap doanya dan semestinya engkau berdo’a pula untuknya terlebih bila beliau telah tiada. Renungkan betapa besar jasa-jasanya kepadamu tentulah tak sebanding akan jasamu kapadanya, masihkah engkau tega berkata sesuatu yang menyakitinya, entah itu dari caramu berbicara, gayamu berbicara atau bicaramu yang tak diinginkanya.
 Maka dari itu hendaklah berpikir sebelum bicara, atur perkataan, bicara seperlunya, jauhi guyon ataupun perkataan yang tak berguna tidak hanya kepada orang tua kepada siapapun bahkan kepada anak-anakmu sendiri.
Ajining diri songko lathi ajining rogo songko busono
Semoga kalian wahai ank-anakku senantiasa diberi hidayah dan perlindungan dari setiap perkataan yang diucapkan mudah-mudahan Rahmatnya menyertai kalian
Buya & Umik

BAGAIMANA KITA SEBAIKNYA BERSIKAP TERHADAP HARTA BENDA.



BAGAIMANA KITA SEBAIKNYA  BERSIKAP TERHADAP HARTA BENDA.

Wahai anak-anakku, kalian dilahirkan kedunia tanpa membawa apa-apa, tapi setelah kalian hidup di dunia ini kalian dipaesi (dihiasi) dengan segala macam pernak-pernik materi/benda keduniaan sehingga terpesona mata kita bila memandangnya dan kita bisa jadi besar kepala karenanya.
Jadi ketahuilah bahwa engkau memiliki harta karna engkau diberi, maka berterima kasihlah kepada yang memberi, bersikaplah senang dengan apa yang telah diberikan, rawatlah dan peliharalah pemberiannya, gunakanlah sebaik mungkin peruntukannya.
Janganlah pernah engakau menganggap bahwa harta benda yang kau miliki karna hasil jerih payahmu sendiri, hasil usaha dan pemikiranmu saja, tanpa ada yang selain kamu yang membantu untuk mendapatnnya, entah itu orang tuamu, keluargamu, pembantumu, karyawanmu atau mungkin peralatan yang kau miliki .
Tuhanmu tidak membutuhkan upah dalam meberikan apa yang kau inginkan,  tidak seperti karyawanmu yang bisa melakukan demo bila tidak di kasih upah/bayaran. Tapi rasa hormat, terima kasih serta pujian sepatutnya engkau lakukan kepadanya, dzat yang Maha pemberi yang tak tampak oleh mata begitupun kepada mereka, orang-orang yang telah membantumu mendapatkan harta itu, tunjukkanlah rasa harmatmu, terima kasihmu dan pujianmu kepada mereka bahkan tunjukkan lah itu semua kepada harta benda yang telah engkau miliki. Jangan ketika masih baru, masih segar saja engkau puja, engkau sayang dan seterusnya tapi setelah kewut, kempir, usang dan seterusnya engkau nistakan dia, engkau campakkan dia, tega nian dikau.
Bayangkan bila ada orang yang merengek, menangis, mengiba meminta sesuatu kepada kita sehingga kita memberi apa yang dia minta tapi manakala telah sampai ditangan, dia mengacuhkan,mencampakkan bahkan menyalah gunakan pemberian kita, apa reaksi kita?
Bila kita sudah tidak membutuhkan harta benda kita berikanlah kepada mereka yang mendambakan, jangan disimpan ditumpuk tak digunakan tak dimanfaatkan.
Kalaulah satu sudah cukup tak eloklah meminta dua, kalaulah punya lebih baiknya diberikan kepada yang kurang. Kalaulah lima jari sudah cukup baiknya bila lebih kita potong sahaja bukan?
Terima kasih, itu adalah ucapan lisan seperti halnya Al-hamdulillah. Apa susahnya bila kita mengucapkannya?. Tahu diri donk, bila tak diberinya tentulah kita tak berpunya, tapi bila sudah punya gak patutlah besar kepala alias sombong, begedut, begudul, ongkang-ongkang sombongnya keliwat yang ngasih pemberian kepadanya. Kata Abah Yai “nyalip nggak pake klakson”, lempeng aja, itu baru motor kredit yang dipake, Na’udzubillah deh.
Rebutan patok bumi buat rumah misalnya semeter aja bisa rame sekampung sepengadilan tapi kenapa bila bumi tempat kita kembali atau rumah terakhir kita tak ada yang peduli , ya patoknya cuman dua itu doang kecil lagi, sempitkah?

Wadow, lohor, Sholat dulu ach, maap ntar disambung lagi ya.