Kamis, 27 Oktober 2016

PUSARA KEHIDUPAN

PUSARA HIDUP

Ketika kita terasa mati, ketika kita tak bisa berbuat banyak, tak tahu harus berbuat apa, selayaknya kita di Pusarai di patoki di tengeri dengan dua Pusara, apa itu?. Sabar dan Syukur

SABAR & SYUKUR
Romantika kehidupan bisa berwarna warni, ada hitam ada kelabu kadang putih lalu suatu saat kita jumpai jingga, merah, karna warna itulah lukisan diri kita hidup bisa dinilai bahkan dinikmati.
Jika kita menginginkan kehidupan kita berwarna putih, tidak ada kotoran, tidak ada accident tidak ada keburukan tidak ada tangisan tidak ada musibahm masalah tidak ada warna merah atau hitam. Lalu bagaimana bentuk lukisan kita. Putih, polos tidak ada gambar?
Apapun yang telah tertoreh dalam kehidupan kita dalam lukisan kita yang kita sendiri telah mewarnainya semua itu adalah yang terbagus buat kita.
Kita semestinya bersyukur atas apa yang telah kita terima, apapun itu bentuknya; musibah, tangisan, penderitaan, kegagalan atau apalah-apalah yang lain. Apapun itu warnanya; hitam atau merah, terimalah itu semua sebagai sebuah bentuk kehidupan, warna lukisan kehidupan kita, lalu kita upayakan untuk meneladani menelaah dan menilai apa yang telah dan sedang terjadi dalam kehidupan kita itu. Syukuri, syukuri tuhan masih memberi kesempatan kita untuk memperbaiki lukisan kehidupan kita yang belum sempurna atau ternoda atau belum terbentuk dan ternilai, kita masih diberi kesempatan untuk mentaubati kehidupan kita yang telah kita langgar, kita nodai, kita lumuri dengan dosa dan warna yang tak semestinya ada atau berada pada sesuatu yang tidak pada tempatnya.
Terimalah dulu apa adanya. jangan berontak menyalahi diri sendiri apalagi menyalahi tuhan. Ya semua telah terjadi, jangan sampai yang ndak bener terjadi lagi, salah lagi maka bertaubatlah, kita telah berbuat salah mohon ampun dan mohon maaflah kepada tuhan yang telah memberi kita lembaran kehidupan dengan tinta beraneka warna yang kita disilakan memilih warna apa untuk kita toreh dilembar kehidupan kita dan kita telah melanggarnya telah melakukian kesalahan kenistaan, kebodohan
Tentu untuk memperbaikinya tidak lah gampang tidak lah mudah, harus sabar dan telaten. Jika harus dibersihkan perlu kesabaran, ketelatenan bahkan kehati-hatian agar apa yang telah kita lukis kita rintis tidak salah lagi tidak bertambah buruk lagi, Jika harus ditutupi tutupi dengan warna putih atau warna kebalikan atau perbuatan yang sebaliknya, Yah, bila telah berbuat buruk berbuat jelek cepat-cepatlah mengdakan perbaikan dengan perbuatan baik, paling tidak perbuatan baik tiu adalah minta maaf mohon maaf mengakui kesalahan menerima akibat yang ditimbulkan (yakni rasain lo bukan kite)..
Jadi Patok atau tanda (tetengaer) pusara kehidupan kita kalau begitu yang patut dan pantas adalah Sabar & Syukur
Kalaulah bentuk lukisan kita sudah berpola sudah berbentuk sudah berarti dan bernilai  jangann lalu kita pongah, sombong atau begudul. Ndak panteslah wong lahire bae ndak Katok-an kalau ndak di-katok-i (tidak berbusana alias bugil) .
Yah karna Lukisan kehidupan kita belum berbingkai belum dilelang dihadapan orang banyak dipadang mahsar nanti, belum tentu lukisan kehidupan kita sesuai dengan harapan dan kemauan sang Maha Memiliki (pemilik warna tinta lembar kehidupan bahkan diri kita) apakah kita patut menilai diri sendiri dengan kesombongan dan kepongahan kita?, kadang kita tak sadar sebenarnya siapa sih kita ini, Sang Maestro lukisan begitu? lukisane paling apik dewe ngunu?. Ndak, tidak sama sekali. Kita dak pantes Sombong, ndak layak Takabbur, coba lihat kelangit ketika malam, bisakah kita melukis seperti itu, panorama pegunungan yang begitu indah dan mempesona nyata dikelopak mata (real 3D),..... kita?
Kita adalah manusia yang gampang Sambat manakala melarat, paham?
Sambat, ngersulo, nggrundel ngedumel (menggerutu, red) itulah kita bilamana ketiban sesuatu yang tidak kita sukai.Mustine yo Sabar to.
Jadi seyogyanya diri kita tidak dipatoki ditengeri  di pusarai dengan Sombong dan Sambat akan tetapi terpujilah bila kita di pusarai dengan Sabar dan Syukur

Sampai Jumpa




Jumat, 02 September 2016

BEKAL JADI ENTERPREUNUR SEJATI

BEKAL JADI ENTERPREUNUR SEJATI

Contohlah Kanjeng nabi Muhammad SAW, beliau menjadi seorang pemimpin dunia karna sifatnya yaitu :
Shiddiq
Tabligh
Amanah dan
Fathonah
kamu bisa pahami maksudnya dengan membuka di google
selain itu ada lagi syarat lain yaitu :
sabar
istiqomah ! telaten
cerdas
mental baja/tidak mudah putus asa
bermental satria/semangat juang yang tinggi mencapai maksud dan tujuan
tidak sombong atau low profil high product
ganpang bersyukur tidak mudah putus asa
artine dadi wong ojo sombong lan takabbur ojo sambat wayah melarat
dadio wong kang syukur ben makmur kelawan sabar naliko di uji kurang mujur
ora gampang dadi wong sukses, lan dak bakalan dadi wong sukses lek dak diwiwiti, dimulai dicoba di tekuni di telateni.
Jangan mudah menyerah dan putus asa seperti orang yang tidak mempunyai harapan. Ketika berangkat memulai usaha, lihat ke Timur seakan melihat Mendung, melihat ke Barat seakan melihat gelap. melongok ke Selatan kelihatan petir menyambar-nyambar, lirik ke Utara seakan angin kenceng yang ada.
Apapun yang terjadi tekat dan semangat harus senantiasa menyertai tak peduli halangan dan rintangan , yakinkan dan pastikan bahwa ada tuhan bersamamu, tuhan yang selalu kau sembah kau minta, tuhan yang peduli manakala orang lain tak peduli (temanmu bahkan mungkin keluargamu).
Jangan pernah kalah sebelum bertanding. ingat kisah Daud AS yang kecil mengalahkan yang besar.
Keyakinan itu perlu.  Membangun keyakinan bisa dari ilmu pengetahuan. apa yang kamu tidak mengeti. memahami bisa kalian pelajari dari mana saja dan dari siapa saja. dari interenet dari alam tunbuhan dan hewan dari guru terutama dari orang tuamu.
Di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin. everything is posible not imposible
Jadi tetaplah berusaha jangan banyak alasan, mulailah dan yakinilah kebrhasilanya dengan perjuangan dan doa. semoga kalian berhasil, amin
Do’a dari buya senantiasa menyertai puta-putranya
Kalian bisa memulai bekerja dari hal-hal yang ringan yang sepele misalnya membersihkan sepatu sendiri. Jangan kau kira itu adalah bukan pekerjaan yang bergaji besar yang kau cari selama ini. Apapun bentuknya pekerjaan yang kau kerjakan akan menghasilkan, tinggal hasilnya baik atau buruk itu tergantung tanganmu, karyamu, tentu dong kamu harus menghasilkan sesuatu yang berguna baik untuk dirimu sendiri maupun orang lain, bayangkan bila kalaian harus membersihkan atau menyemir sepatu kepada orang lain kalian harus mengeluarkan uang lima ribuan, bila kalian telah melakukannya, uang lima ribuan untuk ongkos semir sepatu itu tadi bisa kamu kasihkan ke kotak amal atau tukang semir sepatu yang kamu temui, karna dari sanalah pekerjaan itu akan dimulai, dimulai dengan niat yang baik, niat untuk bekerja dan menghasilkan sesuatu yang berguna bagi diri sendiri apalagi berguna bagi orang lain. Jangan pandang pekerjaannya, pandanglah hasil dari pekerjaan itu. Bila hasilnya belum cukup, bersabarlah, tekuni, telateni nanti tuhan yang akan menghantarkan dan membimbing ke jenjang yang lebih tinggi, yakinilah dan sadari kamu telah memulai bekerja dan berusaha dan telah menghasilkan sesuatu walaupun sedikit atau kecil.
Buya tak mengharuskan kalian harus menjadi ini itu, asalkan pekerjaan itu halal dan Alloh ridlho akan pekerjaan yang kau kerjakan Buyapun ridho. Bila kalian senang dan ikhlas menerimanya itu berarti kalian telah mensyukuri pekerjaan itu, mudahan-mudahan pekerjaan itu barokah. Karena dari keberkahan yang sedikit itu bisa menjadi banyak, yang sulit itu bisa menjadi mudah, yang kecil itu bisa menjadi besar dan yang tidak cukup Insya Allah menjadi cukup.
Ingatlah pesan Buya jadi apapun kalian nantinya jangan sampai kalian meninggalkan Sholat & Zakat.
Bila penghasilanmu belum mencukupi untuk berzakat, maka bershodaqohlah. Semoga Allah mengangkat derajat dan penghasilanmu dengan Shodaqohmu sehingga nantinya kalian menjadi ahli Zakat.
Sekali lagi Do’a dari buya senantiasa menyertai puta-putranya.

Buya

2/9/2016

Kamis, 11 Agustus 2016

HIDUP INI ADALAH PILIHAN

Hidup ini memang tidak mudah, sejak kita berakal dan sudah baligh kita dituntut unutk memilih jalan kehidupan kita. Beruntunglah mereka yang punya orang tua dan membimbing jalan mana yang seharusnya dia tempuh.
Bersyukurlah anak-anakku, kau saat ini, saat kutulis entri blog ini (malam jum'at tgl 11 Agustus 2016) kau masih memiliki Orang tua, Ada Buya juga ada Umik, yang kadang kau anggap marah, egois dan seterusnya terhadap dirimu yang telah berbuat sesuatu, ya, karna kau telah berulah berbuat sesuatu yang kau tak tahu itu adalah salah dan kau membenarkan adanya.
Ingatlah nak, tidak ada orang tua yang menjerumuskan anak-anaknya ke jurang yang memnganga didepan jalan hidupnya, orang tuamu sudah banyak merasakan pahit getir kehidupan ini, jam terbangnya jauh melebihi yang kau punya. Sungguh tak tega bilamana orang tuamu mengetahui kau jatuh kejurang yang sudah diperingatkan keberadaanya.

Berpikirlah sebelum melangkah, masih ingat kan? Buya pernah bilang "Pake otak" karna yang membedakan kau dan anjing atau kucing adalah otaknya dan  semestinya otak manusia dipakai untuk berpikir.
Setiap saat, setiap waktu setiap detik, setiap tarikan nafas yang jarang kita rasakan dan kita nikmati adanya kita di tuntut untuk memilih benar atau salah bahkan saat kau baca tulisan ini, antara membacanya atau tidak, menelaahnya atau mencampakkannya, memperhatikannya atau mengacuhkannya, semuanya akan berakibat kepadamu, mana yang benar dan mana yang salah diantara pilihan yang ada itu ada ditanganmu dalam keputusanmu, yang akan kau rasakan benar dan salahnya setelah masa berlalu. Blankon (peci orang Jawa) itu bendole nek mburi (Bendolnya ada di belakang) pertanda tidak ada sesal itu di depan, sesal itu ya adanya dibelakangan di kemudian hari setelah semua terjadi. Kalau bendolnya di depan itu namanya pencu.
(ngantuk rehat dulu, disambung nanti, nantiiiii................)