PERMOHONAN
BUYA PADA
ANAK-ANAKNYA,
Salam Sejahtera buat kalian semua.
Usia Buya semakin senja, Buya
seharusnya mempersiapkan diri untuk masa yang akan datang. Buya seharusnya tahu
diri, kalian yang masih kecil belum cukup dewasa untuk bisa mengerti persoalan
dan lika-liku hidup ini.
Kalian adalah harapan Buya, manakala
buya sudah tidak ada di dunia ini, manakala kepinginan buya ada yang belum
terealisasi. Kalian adalah penghantar do’a yang menentramkan dikala Buya tidur
panjang nanti, kalian adalah harapan untuk meneruskan perjuangan Buya yang
belum terealisasi.
Wahai anak-anakku, kelahiran kalian
adalah do’a Buya dan Umik kepada Ilahi, agar kiranya diberi dari sisinya
keturunan yang Soleh Soleha, bisa menjadi kebanggan kedua orang tuanya karna
pretasi baik yang dicapainya.
Seharusnya kalian saat ini tidak
terusik oleh permasalahan ekonomi keluarga, sehingga cita-cita dan harapan
kalian tidak terganggu olehnya, Kalian wahai anak-anakku yang saat ini masih
belajar menuntut ilmu di bangku sekolah hendaklah belajar yang tekun belajar
yang rajin raih dan gapai cita-cita luhur kalian bermimpilah ssat ini dan
wujudkan mimpi itu saatnya nanti do’a Buya Umik mengiringi harapan dan
cita-cita kalian.
Tidak semua keluarga diberi
kesempatan Ekonomi berlebih oleh tuhannya, termasuk Buya yang kalian tahu
Ekonominya masih pas-pasan dan Buya tidak berhenti untuk berusaha mendapatkan
kecukupan bahkan lebih dari cukup untuk Ekonomi keluarganya.
Maka dari itu berhematlah, jangan
boros apalagi berlebih-lebihan
dalam penggunaan materi tapi jangan pula
medit irit apalagi pelit kepada orang tua yang telah membesarkanmu dari yang
papa, kalian dirawat dari semenjak dalam
Rahim Bunda yang betapa menderitanya mengandung kalian, tidur tidak leluasa sakit tidak terkira saat melahirkan,Buyapun
pernah ngidam , rasanya tidak wajar saja jadi manusia.
Tanpa pakaian yang melilit dibadan
kalian, dilahirkan meronta menangis meminta tanpa kata, ketahuilah bahwa Orang
tua kalianlah yang ngertiin kemauan kalian, bilamana nanti kalian jadi orang
tua baru akan merasakan itu semua. Renungkan
Maka dengarkan petuah Orang tua
Gunakanlah sebaik mungkin pemberian dari
tuhan misalnya harta benda, Buya pernah
ajarkan dari pemberian yang Buya kasihkan kepada kalian sebagian hendaklah di
tabung sebagian lagi pergunakan untuk keperluan yang sangat perlu dan sebagian
lagi rupakanlah benda ang bermanfaat bagi dirimu. Misalkan kalian yang masih
sekolah apabila uang saku sekolah kalian sejumlah liima rubu rupiah maka
sepertiganya yang seribu lima ratus masukkan kedalam tabungan, buatlah akun tabungan
untuk dirimu sendiri entah apa itu bentuknya, bikin celengan kah, buka tabungan
sekolah kah atau buka rekening di bank bilamana perlu. Yang sepertiga lainyya,
sejumlah seribu lima ratus kumpulkan untuk membeli benda atau peralatan sekolah
yang dirasa perlu, banyak peralatan sekolah yang membutuhkan uang mulai dari
alat tulis menulis, pakaian seragam sekolah, apalagi sekarang haruslah bawa
laptop segala jadinya ya harus beli, sory minjam begitulah jamannya, lha
apatah cukup duit segitu buat beli
laptop gaming kesukaan bocah-bocah ?,
dan setrusnya – dan seterusnya, maka bantuan do’a kalianlah yang diharapkan
oleh orang tua dan pengertian kalian kepada orang tua kalian yang diinginkannya,
mudah-mudahan berkat do’a dan budi pekerti kalian tuhan berikan limpahan
rizkinya sehingga bisa membantu kalian mewujudkan apa yang kalian idam-idamkan,
jangan pernah memaksakan kehendak kalian, oran tua kalian tentulah sudah
berusaha dan berupaya bersikaplah menjadi anak yang tauladan berbudi dan
mengerti dan kalian harus sadar bilamana nati terwujud apa yang kalian dambakan
pelihara rawat dan pergunakan sebaik-baiknya pemberian darinya. Dan sepertiga
yang terakhir sejumlah seribu lima ratus buat akmodasi jajan kalian selama di sekolah.
Cukup ?, kalo masih kurang bawa bekal dari rumah bawa nasi secukunya untuk
perut kamu dan uang itu belikan untuk beli lauk, bawa minuman dalam botol dari
rumah penuhi perutmu dengan air mineral agar tidak keroncongan, caranya ?, ya
belajar ntar kalo udah terbiasa jadi biasa saja, coba saja. Belajar mental
seperti itu jarang diajarkan disekolahmu bahkan mungkin tidak ada sama sekali
walaupun biaya sekolahmu luar biasa sekali tapi sadarlah itu semua adalah puasa
kalian dan suatu saat nanti akan ketemu hari rayanya, semua itu ada masanya
bila kita terbiasa dengan hal-hal seperti itu maka bersiaplah untuk menjadi orang yang luar biasa Dan masih ada sisa sebesar lima ratus rupiah
buatlah Sodaqoh infaq amal jariyahmu berikan kepada mereka yang membutuhkan
bisa kau masukkan di kotak amal untuk SPP anak yatim faqir miskin, walau kau
sendiri misih tergolong miskin itu berarti kau lebih kaya dari merka yang kaya
harta tapi tidak bersodaqoh amal jariyah.
bersambung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar