Selasa, 02 Desember 2014

BAGAIMANA KITA SEBAIKNYA BERSIKAP TERHADAP HARTA BENDA.



BAGAIMANA KITA SEBAIKNYA  BERSIKAP TERHADAP HARTA BENDA.

Wahai anak-anakku, kalian dilahirkan kedunia tanpa membawa apa-apa, tapi setelah kalian hidup di dunia ini kalian dipaesi (dihiasi) dengan segala macam pernak-pernik materi/benda keduniaan sehingga terpesona mata kita bila memandangnya dan kita bisa jadi besar kepala karenanya.
Jadi ketahuilah bahwa engkau memiliki harta karna engkau diberi, maka berterima kasihlah kepada yang memberi, bersikaplah senang dengan apa yang telah diberikan, rawatlah dan peliharalah pemberiannya, gunakanlah sebaik mungkin peruntukannya.
Janganlah pernah engakau menganggap bahwa harta benda yang kau miliki karna hasil jerih payahmu sendiri, hasil usaha dan pemikiranmu saja, tanpa ada yang selain kamu yang membantu untuk mendapatnnya, entah itu orang tuamu, keluargamu, pembantumu, karyawanmu atau mungkin peralatan yang kau miliki .
Tuhanmu tidak membutuhkan upah dalam meberikan apa yang kau inginkan,  tidak seperti karyawanmu yang bisa melakukan demo bila tidak di kasih upah/bayaran. Tapi rasa hormat, terima kasih serta pujian sepatutnya engkau lakukan kepadanya, dzat yang Maha pemberi yang tak tampak oleh mata begitupun kepada mereka, orang-orang yang telah membantumu mendapatkan harta itu, tunjukkanlah rasa harmatmu, terima kasihmu dan pujianmu kepada mereka bahkan tunjukkan lah itu semua kepada harta benda yang telah engkau miliki. Jangan ketika masih baru, masih segar saja engkau puja, engkau sayang dan seterusnya tapi setelah kewut, kempir, usang dan seterusnya engkau nistakan dia, engkau campakkan dia, tega nian dikau.
Bayangkan bila ada orang yang merengek, menangis, mengiba meminta sesuatu kepada kita sehingga kita memberi apa yang dia minta tapi manakala telah sampai ditangan, dia mengacuhkan,mencampakkan bahkan menyalah gunakan pemberian kita, apa reaksi kita?
Bila kita sudah tidak membutuhkan harta benda kita berikanlah kepada mereka yang mendambakan, jangan disimpan ditumpuk tak digunakan tak dimanfaatkan.
Kalaulah satu sudah cukup tak eloklah meminta dua, kalaulah punya lebih baiknya diberikan kepada yang kurang. Kalaulah lima jari sudah cukup baiknya bila lebih kita potong sahaja bukan?
Terima kasih, itu adalah ucapan lisan seperti halnya Al-hamdulillah. Apa susahnya bila kita mengucapkannya?. Tahu diri donk, bila tak diberinya tentulah kita tak berpunya, tapi bila sudah punya gak patutlah besar kepala alias sombong, begedut, begudul, ongkang-ongkang sombongnya keliwat yang ngasih pemberian kepadanya. Kata Abah Yai “nyalip nggak pake klakson”, lempeng aja, itu baru motor kredit yang dipake, Na’udzubillah deh.
Rebutan patok bumi buat rumah misalnya semeter aja bisa rame sekampung sepengadilan tapi kenapa bila bumi tempat kita kembali atau rumah terakhir kita tak ada yang peduli , ya patoknya cuman dua itu doang kecil lagi, sempitkah?

Wadow, lohor, Sholat dulu ach, maap ntar disambung lagi ya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar